Departemen Akuntansi FEB UI Selenggarakan Kuliah Tamu “Walk the Talk” tentang Kepemimpinan Autentik dan Etika Bisnis
Depok, 13 Mei 2026 – Departemen Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), telah menyelenggarakan Kuliah Tamu mata kuliah Nilai, Etika, dan Sikap Profesional bertempat di Auditorium Dekanat FEB UI, Kampus UI Depok.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Departemen Akuntansi FEB UI dalam memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap pentingnya nilai, etika, dan profesionalisme dalam praktik bisnis dan kepemimpinan modern. Kuliah tamu ini diikuti oleh mahasiswa program Sarjana, Magister, dan Doktoral, serta dosen di lingkungan FEB UI, dengan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti rangkaian kegiatan akademik dan diskusi.
Acara dibuka dengan sambutan oleh Prof. Desi Adhariani, S. E., M. Si., Ph.D., selaku Ketua Departemen Akuntansi FEB UI. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa pendidikan etika tidak hanya bersifat konseptual, tetapi harus mampu membentuk karakter mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan yang memiliki integritas, tanggung jawab moral, serta kemampuan untuk mengambil keputusan dalam situasi yang kompleks dan penuh dilema etika.
Selanjutnya, kuliah tamu menghadirkan Bapak Subakat Hadi, selaku Founder PT Paragon Technology and Innovation, sebagai pembicara utama dengan topik “Walk the Talk: Authentic and Humble Leadership in Creating Ethical and Transformative Business Practices”. Sesi ini dimoderatori oleh Prof. Dr. Ratna Wardhani, S. E., Ak., M. Si., selaku Guru Besar Departemen Akuntansi FEB UI.
Dalam pemaparannya, Bapak Subakat Hadi menyampaikan bahwa keberhasilan organisasi dalam jangka panjang tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, strategi bisnis, maupun modal finansial, tetapi juga oleh kualitas social capital yang dimiliki organisasi. Social capital tersebut mencakup kepercayaan, nilai bersama, norma, kerja sama, serta budaya organisasi yang menjadi fondasi penting dalam membangun keberlanjutan bisnis.
Ia menekankan bahwa bisnis bukan hanya sekadar the mechanic of business, melainkan juga the philosophy of business, yang menempatkan nilai, etika, dan makna sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari praktik bisnis itu sendiri.
Lebih lanjut, Bapak Subakat Hadi menjelaskan konsep walk the talk sebagai prinsip fundamental dalam kepemimpinan. Menurutnya, konsistensi antara nilai yang diucapkan dengan tindakan nyata merupakan inti dari kepemimpinan yang autentik. Mengacu pada teori social learning dari Albert Bandura, ia menjelaskan bahwa individu dalam organisasi cenderung meniru perilaku pemimpin sebagai antecedent, sehingga keteladanan pemimpin menjadi faktor penting dalam membentuk budaya organisasi yang sehat dan beretika.
Dalam konteks tersebut, ia juga menekankan pentingnya authentic leadership dan humble leadership sebagai karakter kepemimpinan yang mampu menciptakan lingkungan organisasi yang stabil, kolaboratif, dan berorientasi pada nilai. Kepemimpinan yang rendah hati dipandang bukan sebagai kelemahan, melainkan sebagai bentuk kesadaran untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar, melayani organisasi, serta membuka ruang pembelajaran yang berkelanjutan.
Selain itu, Subakat Hadi turut membagikan filosofi “build people before building products” atau hitozukuri before monozukuri, yang menekankan bahwa pembangunan organisasi harus dimulai dari pembangunan manusia. Menurutnya, organisasi yang berkelanjutan hanya dapat terbentuk apabila individu di dalamnya memiliki purpose, integritas, disiplin, dan etika kerja yang kuat.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam konteks Indonesia, pembangunan organisasi modern memerlukan transformasi budaya kerja yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada pembentukan manusia sebagai fondasi utama organisasi. Hal ini menjadi penting mengingat bisnis modern membutuhkan keselarasan antara sistem, budaya, dan nilai agar dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Dalam sesi diskusi, peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan implementasi nilai dan etika dalam dunia kerja, tantangan kepemimpinan dalam menghadapi tekanan bisnis, serta bagaimana membangun organisasi yang tetap kompetitif tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan. Diskusi berlangsung secara interaktif, mencerminkan tingginya minat peserta terhadap isu etika dan kepemimpinan.
Selain itu, pembicara juga menekankan pentingnya excellence organization sebagai faktor kunci keberhasilan perusahaan. Organisasi yang unggul bukan hanya ditentukan oleh strategi atau kepemimpinan yang kuat, tetapi juga oleh konsistensi dalam menjalankan praktik manajemen yang baik secara menyeluruh dan berkelanjutan. Dalam hal ini, keyakinan (belief system) dalam organisasi juga dipandang sebagai elemen penting yang mempengaruhi arah dan keberhasilan perusahaan.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada peserta mengenai keterkaitan antara etika, kepemimpinan, dan praktik bisnis yang berkelanjutan. Lebih jauh, kuliah tamu ini menjadi sarana pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga reflektif dan aplikatif dalam membentuk karakter calon pemimpin masa depan.
Departemen Akuntansi FEB UI berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan akademik yang tidak hanya memperkaya wawasan keilmuan, tetapi juga memperkuat pembentukan karakter, integritas, dan profesionalisme sivitas akademika dalam menghadapi tantangan dunia bisnis yang semakin kompleks dan dinamis.
