Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Menyelenggarakan Discussion Series Bersama RMIT University:
Penguatan Riset, Publikasi, dan Kolaborasi Internasional
Departemen Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) kembali menghadirkan suasana akademik internasional melalui Discussion Series pada 9–13 Februari 2026. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Tarek Rana, Associate Professor of Accounting in the School of Accounting, Information Systems and Supply Chain at RMIT University, Melbourne, Australia, yang membagikan wawasan mendalam seputar riset akuntansi, strategi publikasi internasional, serta peluang kolaborasi akademik.
Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Departemen Akuntansi FEB UI untuk mendorong internasionalisasi riset, memperkuat kapasitas akademik dosen dan mahasiswa, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah di tingkat global. Semua sesi berlangsung secara hybrid di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia dan dihadiri oleh dosen, mahasiswa, serta peserta umum nasional maupun internasional melalui Zoom meeting. Partisipasi aktif dosen dalam setiap sesi menegaskan bahwa Discussion Series ini bukan hanya pengayaan bagi mahasiswa, tetapi juga forum refleksi dan penguatan kapasitas akademik bagi seluruh sivitas.
Setiap hari, kegiatan diawali dengan pembukaan oleh moderator, dilanjutkan dengan sambutan oleh Prof. Desi Adhariani, SE., M.Si. Ph.D., selaku Ketua Departemen Akuntansi FEB UI, kemudian pemaparan materi oleh Dr. Tarek Rana sesuai tema harian. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang interaktif, dan ditutup dengan foto bersama.
Pada hari pertama, Senin, 9 Februari 2026, tema yang diangkat adalah Sustainability Accounting and Related Research Opportunities. Bertempat di Ruang Istama, Departemen Akuntansi FEB UI, Dr. Tarek Rana membahas tren terkini dalam akuntansi keberlanjutan. Ia menekankan bahwa sustainability accounting menjadi strategi penting bagi organisasi modern, seiring meningkatnya regulasi global dan tuntutan pemangku kepentingan. Di-moderatori oleh Widya Ananda Kinanti, S.E., diskusi berlangsung hidup, dengan banyaknya partisipan yang aktif bertanya.
Hari kedua, Selasa, 10 Februari 2026, berfokus pada tema Conducting Qualitative Research in Accounting. Bertempat di Ruang Istama, Departemen Akuntansi FEB UI, Dr. Tarek Rana membimbing peserta memahami tahap penelitian kualitatif, dari merumuskan pertanyaan riset, memilih desain seperti studi kasus dan wawancara mendalam, hingga menganalisis data dan menyusun temuan yang signifikan. Diskusi yang di moderatori oleh A. Alifya Ariyandini, S.E., berlangsung hangat serta muncul beberapa pertanyaan terkait tantangan akses data, dan strategi menjaga kredibilitas temuan agar sesuai standar jurnal internasional.
Pada Rabu, 11 Februari 2026, bertempat di Faculty Lounge, Departemen Akuntansi FEB UI, tema yang diangkat adalah Publishing in High-Quality Academic Journals. Dr. Tarek Rana membagikan strategi publikasi internasional, termasuk cara menemukan research gap, memilih jurnal yang tepat, dan menanggapi komentar reviewer secara profesional. Diskusi berjalan lancar di moderatori oleh Reny Maharani, S.E. Ak., M.Si, CA, CFE., partisipan aktif bertanya dan mencatat tips yang dapat meningkatkan kualitas riset dan publikasi mereka.
Hari keempat, Kamis, 12 Februari 2026, terdapat dua sesi yang bertempat di Auditorium Morowali KKI, Gedung B, FEB UI, sesi pagi membahas Accounting for Healthcare and Related Research Opportunities. Dr. Tarek Rana menjelaskan kompleksitas praktik akuntansi sektor kesehatan, mulai dari pengelolaan biaya layanan, sistem pengendalian manajemen rumah sakit, hingga dampak kebijakan publik terhadap tata kelola dan akuntabilitas. Diskusi interaktif di moderator oleh Brilian Shella R Adi Sutrisna S.Ak., M.S.Ak., banyak menyoroti peluang riset di sektor ini, khususnya terkait efisiensi, transparansi, dan reformasi layanan publik.
Siang harinya dilanjutkan dengan sesi Feedback Session bagi mahasiswa FEB UI, terutama dari Program Studi Pascasarjana Ilmu Akuntansi, yang mempresentasikan proposal dan perkembangan riset mereka. Dr. Tarek Rana memberikan masukan terkait konsistensi metode, penguatan research gap, dan strategi publikasi internasional. Forum ini menjadi sesi mentoring intensif, memberi manfaat tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi dosen yang ikut berdiskusi.
Rangkaian kegiatan ditutup pada Jumat, 13 Februari 2026 bertempat di Ruang Prof. MR. Djokosoetono, Gedung Dekanat Lantai 3, FEB UI, dengan jamuan makan siang serta diskusi Kolaborasi Akademik dan Riset antara FEB UI dan RMIT University, Melbourne, Australia yang diwakili Dr. Tarek Rana. Pertemuan ini menjadi forum mendalam untuk membahas kemungkinan kolaborasi akademik dan sharing perihal riset internasional. Diskusi menekankan hal-hal yang perlu dipersiapkan agar kolaborasi dapat terealisasi secara konkret.
Jamuan makan siang ini turut mengundang pimpinan dan perwakilan akademik FEB UI yang memiliki peran strategis dalam pengembangan riset dan kerja sama internasional, antara lain Dekan FEB UI, Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian dan Kemahasiswaan, Chief Internationalization and Transformation Officer, Ketua Departemen Akuntansi, Ketua Departemen Ilmu Ekonomi, Ketua Departemen Manajemen, Ketua Program Studi S1 Akuntansi, Ketua Program Kelas Khusus Internasional, Koodinator Program Ekstensi, Ketua Program Studi PPIA, Ketua Program Studi MAKSI-PPAk, serta Dosen Departemen Akuntansi FEB UI. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan institusional terhadap inisiatif kolaborasi ini dan menegaskan komitmen fakultas untuk menjadikan Discussion Series ini sebagai fondasi penguatan kerja sama berkelanjutan.
Melalui rangkaian Discussion Series ini, Departemen Akuntansi FEB UI menegaskan komitmennya membangun budaya riset yang unggul, kolaboratif, dan berorientasi global. Kegiatan ini tidak hanya memperluas wawasan akademik sivitas, tetapi juga membuka ruang strategis bagi penguatan kerja sama internasional yang diharapkan berkembang menjadi kolaborasi konkret dan berkelanjutan di masa depan.
